Tampilkan postingan dengan label Healt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Healt. Tampilkan semua postingan
Senin, 02 Maret 2015
Alasan Ilmiah di Balik Kebiasaan Ereksi Pria di Pagi Hari
Ereksi pagi atau nocturnal penile tumescence (NPT) normal dialami pria sehat. Bahkan dalam kondisi tertentu, kondisi ini bisa terjadi hingga berkali-kali. Tapi apa yang sebenarnya terjadi?
Menurut Spesialis Andrologi dan Seksologi dari RS Siloam, dr. Heru H. Oentoeng, M. Repro, Sp. And, FIAS, FECSM pada saat tidur, ereksi bisa terjadi akibat mimpi atau gesekan penis dengan bantal. Selain itu, kandung kemih yang penuh juga bisa menyebabkan refleks ereksi terjadi.
"Ereksi bisa terjadi tanpa disadari. Bahkan bayi dalam kandungan juga bisa ereksi karena ada refleks," jelas Heru saat acara Pfizer, ditulis Senin (2/3/2015).
Oleh sebab itu, kata Heru, perlu menjadi perhatian apabila ereksi di pagi hari jarang terjadi. Bila ini terjadi, bisa jadi pengaruh hormonal yang berkaitan dengan disfungsi ereksi.
"Kalau pagi hari hari ereksi menurun, coba evaluasi hormonalnya bagaimana. Sebab salah satu penyebab gangguan ereksi adalah gangguan hormonal," tukasnya.
Waspadai 7 gejala awal stroke ini!
Ketika stroke terjadi, suplai darah pada sel otak berhenti. Akhirnya otak tak mendapatkan darah yang kaya oksigen. Namun stroke juga bisa terjadi ketika asupan darah ke otak terlalu tinggi karena tekanan darah. Stroke biasanya disertai dengan gejala-gejala awal. seperti apa gejalanya? Ini dia beberapa di antaranya, seperti dilansir oleh Boldsky (02/03).
1. Mati rasa
Ini adalah gejala yang harus diwaspadai. Jika Anda tiba-tiba merasa lemah dan mati rasa pada otot wajah, lengan, atau kaki salah satu bagian tubuh, itu bisa jadi stroke. Terkadang pasien juga akan merasa lumpuh serta tak bisa mengangkat satu tangan. Pada kasus lain, satu bagian wajah turun dan wajah terlihat tak simetri saat tersenyum atau bicara.
2. Sulit berkomunikasi
Pasien stroke biasanya akan mengalami masalah komunikasi, kesulitan berbicara dan memahami percakapan. Gejala awal stroke juga termasuk mengalami kesulitan untuk memahami perintah atau percakapan.
3. Kebutaan tiba-tiba
Pasien stroke biasanya juga mengalami kesulitan melihat dan penurunan kemampuan penglihatan, terutama pada satu bagian mata. Ini adalah salah satu gejala stroke tingkat lanjut yang sangat penting diwaspadai.
4. Kehilangan sensasi
Ketika mengalami stroke, terkadang tubuh akan kehilangan kemampuan merasakan sensasi. Ini bisa menjadi salah satu gejala awal stroke. Ketika kulit mulai tidak bisa merasakan sensasi, bisa jadi ini disebabkan oleh stroke. Selain itu, menurunnya kemampuan panca indera lain seperti indera perasa atau pendengaran.
5. Kehilangan keseimbangan
Sebelum terkena stroke, seseorang bisa merasa pusing atau vertigo, yang disertai dengan mual, muntah, serta demam. Selain itu, biasanya mereka akan kesulitan berjalan karena kehilangan keseimbangan dan koordinasi.
6. Sakit kepala
Sakit kepala yang bisa memicu stroke biasanya disertai dengan kehilangan kesadaran dan sering pingsan. Waspadai sakit kepala yang terasa tak wajar, terutama jika Anda memiliki tekanan darah tinggi.
7. Kehilangan refleks
Tubuh manusia memiliki banyak refleks, salah satunya adalah dalam menelan makanan. Ketika Anda kehilangan refleks ini, bisa jadi selanjutnya Anda akan merasakan stroke. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah kesulitan menelan makanan hingga Anda harus memuntahkannya kembali.
Itulah beberapa gejala awal stroke. Jika Anda mendapati gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Gejala di atas bisa berlanjut ke gejala yang lebih serius dan lebih sulit dicegah.
Langganan:
Postingan (Atom)

